Tutorial Set up MPV Player

Salah satu media player yang sedang booming beberapa tahun terakhir dan sering direkomendasikan sebagai the next mpc-hc+madvr+lav karena kemampuan kustomisasinya.

MPV sendiri merupakan sebuah proyek Free and Open Source, yang based oleh media player yang mungkin sebagian besar kita pernah dengar atau pernah menggunakannya bertahun-tahun yang lalu: Mplayer, mplayer2, dan berbasis FFmpeg.

Karena media player ini terutama dikembangkan untuk OS linux, maka sejatinya player ini awalnya murni ditujukan untuk memutar media melalui command line interface (CLI), sesuatu yang sebagian besar pengguna Windows, dan Mac OS jarang atau bahkan tidak pernah menggunakannya.

1. Download MPV dari mpv.io, klik bagian Installation, kemudian pilih build by shinchiro


2. Download program MPV sesuai arsitektur komputer yang digunakan. Pada contoh kali ini saya mengasumsikan komputer modern dengan arsitektur 64 bit. 


*Terdapat pilihan ketiga yakni 64 bit V3, pada versi ini terutama dibuat mendukung support untuk arsitektir X86_64 Ver. 3, yaitu tambahan beberapa set instruksi seperti AVX2 dan beberapa lainnya. Pada dasarnya kurang lebih semua prosesor fabrikasi setelah 2015-an sudah memiliki instruksi tersebut. 


Pada contoh kali ini saya akan menggunakan versi 64bit V3 dengan versi terbaru. i.e. sewaktu artikel ini saya tulis adalah versi mpv-x86_64-v3-20231105-git-7480efa.7z


3. Extract archive ke sebuah folder untuk MPV, e.g. C:\software\mpv\


4. Pertama baiknya kita lengkapi mpv dengan ffmpeg dan yt-dlp dengan menjalankan updater.bat sebagai Administrator (Right click > Run as Administrator) 

Opsi pertama menanyakan untuk update mingguan/bulanan, Tetapi karena di contoh ini saya tidak meng"install" mpv menggunakan install.bat, maka kedua opsi ini sama saja.

Karena pada artikel ini saya menggunakan versi 64v3, maka saya akan memilih opsi [2].

MPV kemudian akan memeriksa apakah kita punya yt-dlp dan ffmpeg terinstall pada sistem kita. Bila iya mpv akan menggunakan program tersebut, bila tidak mpv akan mendownload file-file program tersebut dan menaruhnya disebelah mpv.exe



Setelah update selesai kita akan memiliki beberapa file tambahan di dalam folder seperti ffmpeg.exe, folder 7z, dan yt-dlp.exe bila anda belum memilikinya di sistem.

--

Pada titik ini mpv sebenarnya sudah dengan penuh bisa digunakan. Tetapi karena mpv ini berbasis program CLI maka konfigurasi yang harus dilakukan untuk membuat pengaturan dari mpv tidak bisa dilakukan secara konvensional seperti pada program yang layaknya ditemukan di Windows. tetapi konfigurasi murni dilakukan menggunakan file konfigurasi yang dibuat manual.

Terdapat beberapa program yang bisa membantu seperti Glow.

--

5. Buatlah folder berjudul "portable_config"




6. Kemudian menggunakan notepad / text editor kesayangan anda sebuah file dengan judul dan format "mpv.conf"




Kemudian buatlah konfigurasi.
Untuk secara penuh membaca referensi kustomisasi apa saja yang bisa anda lakukan, anda dapat membaca dokumentasi manual dari MPV (versi git, Versi stable release)

Berikut adalah contoh konfigurasi mpv.conf yang sering saya gunakan.


# Pengaturan umum
border=no

# 1. Playback

keep-open=always

reset-on-next-file=pause
loop-playlist=inf
loop-file=inf

# hr-seek=yes

# gunakan setting di atas untuk Seeking yang accurate (tidak mengacu langsung ke keyframe)

# force-seekable=yes

# 2. Video
profile=gpu-hq
vo=gpu-next
gpu-api=d3d11
hwdec=auto-safe

# berikut adalah setting paling aman untuk Windows.
# bila anda memiliki Graphic Card dengan Nvidia NVDEC
# gunakan hwdec=nvdec (wajib mengubah gpu-api menjadi gpu-api=opengl)

# 3. HDR Tone Mapping
hdr-compute-peak=yes
tone-mapping=mobius
# beberapa opsi lain: clip mobius reinhard hable bt.2390
tone-mapping-param=0.4

# 4 AUDIO
audio-channels=stereo
# beri tanda tagar pada awal audio-channels=... bila anda memiliki setup di atas stereo e.g. 5.1 , 7.1 audio dsb
alang=ja,jpn,jpa,jap,eng,en,english

volume-max=150
#ganti dengan angka 100 jika ingin maksimal volume hanya 100%

volume=100
# Default volume setiap kali mpv dijalankan.

audio-pitch-correction=yes

# 5 Subtitle
slang=eng,en,english, id, indo, indonesia, idn,
sub-font-size=36
sub-pos=95
sub-color="#F5F5F5F5"
sub-font="Arial"
sub-border-size=0.5
sub-border-color="#FF000000"
sub-shadow-color="#33000000"
# 0.5 for shadow, set to 0 to disable

sub-shadow-offset=0.25
image-subs-video-resolution=yes
sub-use-margins=no
sub-scale-with-window=yes
sub-scale-by-window=yes
sub-auto=fuzzy
demuxer-mkv-subtitle-preroll=yes
sub-file-paths="./Subtitle;./Subs;./Sub"

# 6. OSC/OSD
script-opts=osc-hidetimeout=300
cursor-autohide-fs-only=yes
osd-bar=no
osd-font='Inter'
osd-font-size=28
osd-color='#F5F5F5'
osd-border-color='#000000'
osd-border-size=0.6
osd-blur=0.2
cursor-autohide=300

# 7. Screenshot
screenshot-format=png
screenshot-directory="~\Pictures\MPV-Snaps"
screenshot-high-bit-depth=yes

Simpan konfigurasi tersebut.


Selanjutnya kita bisa menkonfigurasi mpv sesuai keinginan dan kebutuhan kita lebih lanjut.

Misalnya saya lebih suka scroll wheel digunakan untuk mengatur volume dibanding seeking, maka saya membuat input.conf didalam folder portable_config tersebut, dan menambahkan beberapa konfigurasi untuk mengubah scroll wheel menjadi pengaturan volume. Bisa juga menggunakan LUA scripts yang tersedia baik resmi deari developer mpv hingga custom scripts. Misalnya fungsi autoload yang sangat berguna bila banyak video dalam 1 folder.

Comments